Ucapan Kepala Pening, Masalah Banyak, Duit Tak Ada Kabid Mutasi Rohil ke Wartawan Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 | 14:20:02 WIB
Kabid Mutasi BKPSDM Rohil, Eko. (Foto: tvnyaburuh)

ROKAN HILIR (CR) - Sikap Kepala Bidang (Kabid) Mutasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, Eko, menuai sorotan setelah dua awak media mengaku mendapat respons tidak menyenangkan saat hendak melakukan konfirmasi terkait pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rohil.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Kantor BKPSDM Rohil, Jalan Perwira, Bagansiapiapi. Kedatangan dua awak media itu untuk meminta penjelasan langsung mengenai Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas yang digelar pada Jumat (25/9/2026) kemarin.

Saat mengetuk pintu ruangan Kabid Mutasi dan menyampaikan maksud untuk melakukan konfirmasi terkait pelantikan 21 pejabat, Eko malah memberikan respons sambil melambaikan tangan ke arah awak media.

Menurut keterangan awak media yang berada di lokasi, Eko mengucapkan kalimat, "Kepala pening, masalah banyak, duit tak ada".

Ucapan tersebut sontak menjadi perhatian karena disampaikan ketika wartawan tengah menjalankan tugas jurnalistik untuk memperoleh konfirmasi dari pejabat yang berkaitan dengan urusan kepegawaian dan mutasi di lingkungan Pemkab Rohil.

Sikap tersebut kemudian dipertanyakan, terutama menyangkut etika pelayanan publik dan komunikasi seorang pejabat pemerintahan ketika berhadapan dengan masyarakat maupun awak media yang datang untuk meminta informasi.

Ketua Persatuan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Rohil, Rudi Hartono, menyayangkan kejadian tersebut. Ia menilai seorang pejabat publik semestinya memberikan pelayanan dan penjelasan secara proporsional, terlebih ketika pertanyaan yang disampaikan berkaitan dengan kebijakan dan kegiatan pemerintahan.

"Kalau memang belum bisa memberikan keterangan, cukup disampaikan dengan baik bahwa yang bersangkutan belum dapat memberikan penjelasan atau meminta wartawan menghubungi pejabat yang berwenang. Tidak perlu dengan gestur mengusir maupun ucapan yang dapat menimbulkan kesan tidak menghargai tugas jurnalistik," ujar Rudi.

Rudi juga mempertanyakan makna pernyataan "Kepala pening, masalah banyak, duit tak ada" yang disampaikan Kabid Mutasi tersebut. Menurutnya, pernyataan itu tidak semestinya dibiarkan tanpa penjelasan karena dapat menimbulkan beragam tafsir di tengah publik.

"Kalimat itu tentu menimbulkan pertanyaan. Masalah apa yang dimaksud? Dan soal 'kepala pening, masalah banyak, duit tak ada', apakah itu berkaitan dengan kondisi di internal BKPSDM, atau hal lainnya? Jangan sampai publik justru menafsirkan sendiri," katanya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai maksud ucapan tersebut. Namun, menurut Rudi, pejabat yang bersangkutan perlu memberikan klarifikasi agar persoalan tidak berkembang menjadi isu liar.

"Kalau ada persoalan internal, silakan disampaikan secara terbuka sesuai kewenangan. Jangan sampai wartawan yang datang untuk mencari informasi justru menjadi sasaran pelampiasan," tegasnya.

Rudi juga meminta pimpinan BKPSDM Rohil mengevaluasi pola komunikasi bawahannya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Menurutnya, kantor pemerintahan merupakan ruang pelayanan publik. Karena itu, masyarakat maupun insan pers yang datang untuk memperoleh informasi seharusnya mendapat perlakuan yang sopan dan profesional.

Di sisi lain, konfirmasi mengenai pelantikan 21 pejabat tersebut dinilai penting karena menyangkut proses administrasi dan kebijakan kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rohil.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan langsung dari Kabid Mutasi BKPSDM Rohil, Eko, mengenai maksud pernyataan tersebut maupun kronologi dari sudut pandangnya. Klarifikasi dari pihak BKPSDM tetap diperlukan agar pemberitaan berimbang dan publik memperoleh gambaran utuh mengenai kejadian tersebut. (red)

Terkini