ROKAN HILIR (CR) - Memasuki Oktober 2026, kerja sama publikasi dan diseminasi informasi antara Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, dengan perusahaan pers atau media massa belum juga terealisasi.
Padahal, pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiks) Rohil sebelumnya telah menetapkan rangkaian tahapan kerja sama secara resmi.
Proses tersebut dilakukan melalui Simatrik Rohil. Pengambilan username dan password dijadwalkan pada 13-17 Juli 2026, disusul pendaftaran media pada 13-19 Juli 2026.
Selanjutnya, verifikasi berkas dijadwalkan berlangsung pada 19-29 Juli 2026. Hasil verifikasi sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama dijadwalkan pada 30 Juli 2026.
Namun, waktu terus berjalan. Memasuki Oktober, pelaksanaan kerja sama yang telah melalui tahapan pendaftaran dan verifikasi tersebut belum juga terealisasi.
Situasi ini memunculkan tanda tanya di kalangan perusahaan pers yang telah mengikuti proses sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Bukan semata soal kerja sama media, keterlambatan tersebut juga menyangkut kepastian pelaksanaan skema yang sebelumnya telah diumumkan kepada perusahaan pers.
Plt Kepala Diskominfotiks Rohil, Juliandra, SH, sebelumnya menyatakan bahwa kerja sama media akan segera dilaksanakan.
"Terkait kerja sama media secepatnya kita laksanakan," kata Juliandra pada Minggu (27/9/2026) lalu.
Pernyataan itu kini kembali menjadi perhatian karena hingga memasuki Oktober, perusahaan pers masih menunggu realisasi konkret dari Diskominfotiks Rohil.
Bagi media yang telah mengikuti proses pendaftaran dan verifikasi, kepastian mengenai kapan kerja sama dimulai menjadi hal yang dinantikan. Terlebih, rangkaian tahapan sebelumnya telah disertai jadwal yang cukup jelas.
Kerja sama publikasi dan diseminasi informasi pemerintah daerah sendiri memiliki fungsi strategis dalam menyampaikan informasi mengenai program pembangunan, kebijakan, pelayanan publik, serta berbagai agenda pemerintah kepada masyarakat.
Karena itu, transparansi mengenai tahapan lanjutan dan kepastian pelaksanaan kerja sama dinilai penting agar perusahaan pers maupun masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai proses tersebut.
Perusahaan pers/ media massa masih menunggu jawaban dan tindak lanjut konkret dari Diskominfotiks Rohil. (CR**)