Dukcapil Ungkap 2 Orang Paling Tua di Indonesia Ada di Madura, Berusia 118 Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:08:40 WIB
Ilustrasi lansia.(PEXELS/JIMMY CHAN)

JAKARTA (CR) - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengungkapkan, dua orang paling tua di Indonesia berada di Pulau Madura.

Dilansir Kompas.com, Penduduk paling tua berusia 118 tahun yang berada di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Lalu, yang kedua berusia 117 tahun yang berada di Kabupaten Pamekasan.

"Ini perlu ini masuk ke MURI (Museum Rekor Indonesia) sebenarnya ini, penduduk kita yang tertua tercatat ada di Bangkalan, 118 tahun. Yang nomor dua tercatat di Madura," ujar Teguh dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026, dikutip dari siaran Youtube Dukcapil Kemendagri, Senin (4/8/2026).

Menurutnya, pihak Dirjen Dukcapil perlu mengundang atau mendatangi kedua orang berusia paling tua yang ada di Madura itu.

"Kita langsung wawancarai, kira-kira apa sih jamunya gitu," canda Teguh.

Di sisi lain, Teguh mengungkap bahwa jumlah usia produktif di Indonesia sebanyak 201.060.449 jiwa per Semester I 2026.

Jumlah kelompok usia produktif tersebut berasal dari total 290.125.073 jiwa penduduk Indonesia pada Semester I 2026.

"Alhamdulillah dari 290,1 juta jiwa penduduk Indonesia, 69,30 persen adalah usia produktif," ujar Teguh.

Adapun penduduk dalam kelompok produktif adalah masyarakat dalam rentang usia 15 sampai 64 tahun.

Dari jumlah penduduk usia produktif tersebut, paling banyak berasal dari kelompok usia 15-19 tahun, yakni sebanyak 23.791.077 jiwa.

Kemudian kelompok usia 20-24 tahun (23.442.785 jiwa); 25-29 tahun (23.004.157 jiwa); 30-34 tahun (21.728.354 jiwa); serta 35-39 tahun (20.709.710 jiwa).

Selanjutnya, kelompok usia 40-44 tahun (21.806.120 jiwa); 45-49 tahun (20.387.335 jiwa); 50-54 tahun (18.244.041 jiwa); 55-59 tahun (15.541.662 jiwa); dan 60-64 tahun (12.405.208 jiwa).

Teguh menjelaskan, angka tersebut penting karena menunjukkan rasio ketergantungan rendah menunjukkan peluang percepatan pertumbuhan ekonomi.

"Ini yang namanya juga bonus demografi, tapi bonus demografi akan membawa berkah apabila kita juga bisa mengimbangi dengan pendidikan, pelatihan kerja, pelayanan kesehatan yang memadai," ujar Teguh.

Dengan tingginya kelompok penduduk dengan usia produktif, ia berharap kondisi itu dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Ini penting sekali, suatu keberkahan bagi kita apabila kita bisa mengelola," ujar Teguh.

Terkini