ROKAN HILIR (CR) - Nomor urut 5 bukan sekadar angka bagi Al Hazanul Husna. Di balik langkahnya maju sebagai calon Penghulu Bagan Jawa, tersimpan harapan besar untuk melihat kampung halamannya kembali bangkit, lebih maju, kompak, sejahtera, aman, dan bermarwah.
Pria yang akrab disapa Aal itu maju dalam Pemilihan Penghulu (Pilpeng) serentak tahap I tahun 2026 dengan membawa satu tekad sederhana, namun penuh makna ingin bersama masyarakat membangun Bagan Jawa menjadi lebih baik.
Bagi Aal, membangun sebuah desa bukan hanya soal menjalankan pemerintahan atau mengurus administrasi. Lebih dari itu, seorang pemimpin harus mampu hadir, mendengar keluhan masyarakat, memahami persoalan warganya, serta membuka jalan bagi terciptanya kesejahteraan bersama.
Jika kelak diberikan amanah oleh masyarakat, Aal berkomitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap potensi yang dimiliki Bagan Jawa, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.
Menurutnya, potensi tersebut harus benar-benar dimanfaatkan untuk membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tak hanya itu, Aal juga memiliki perhatian terhadap pengembangan Badan Usaha Milik Kepenghuluan (BUMKep) sebagai salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
Ia ingin pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada satu kelompok, melainkan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum perempuan melalui PKK Kepenghuluan.
"BUMKep ini juga akan kita gali. Dari Ibu PKK Kepenghuluan juga nanti kita ajak untuk mengembangkan penanaman seperti cabai dan lainnya, agar bisa memajukan ekonomi mikro," ungkapnya.

Bagi Aal, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama. Ia percaya, ketika masyarakat diberikan ruang dan kesempatan untuk berkembang, maka ekonomi desa juga akan tumbuh dengan kekuatan dari warganya sendiri.
Keinginannya untuk membangun Bagan Jawa bukanlah sekadar janji politik. Aal memiliki pengalaman cukup panjang dalam dunia pemerintahan kepenghuluan.
Ia pernah menjadi staf di Kantor Kepenghuluan Bagan Jawa pada tahun 2008 hingga 2010. Setelah itu, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Kepenghuluan pada periode 2011 hingga 2020.
Pengalaman selama bertahun-tahun tersebut membuat Aal cukup mengenal persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia memahami bahwa membangun desa membutuhkan kesabaran, kebersamaan, dan kepemimpinan yang benar-benar hadir untuk rakyat.
Keputusan Aal untuk maju dalam Pilpeng serentak tahun 2026 juga tidak terlepas dari dukungan keluarga dan sahabat yang menginginkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik.
Namun bagi Aal, perubahan itu tidak akan pernah terwujud jika hanya dibebankan kepada seorang pemimpin.
Ia ingin masyarakat Bagan Jawa kembali menemukan kekuatan terbesar yang selama ini menjadi modal sebuah kampung, yakni persatuan dan kebersamaan.
"Kita melihat desa ini terlalu jauh amburadul. Jadi kita ingin hadir di sini untuk sama-sama membina desa ini agar desa ini bermarwah," tegasnya.
Kalimat itu menjadi gambaran keresahan sekaligus harapan yang dibawa Aal dalam perjuangannya.
Ia tidak ingin datang dengan janji bahwa seorang penghulu mampu menyelesaikan seluruh persoalan sendirian. Sebaliknya, ia ingin mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam membangun kampung halaman mereka sendiri.
"Kita mengajak masyarakat Bagan Jawa bagaimana ke depannya bisa lebih kompak, maju, sejahtera, aman dan tenteram. Karena kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan masyarakat Bagan Jawa ini siapa lagi yang akan menjaga marwah desa kita,” katanya pula.
Bagi Aal, Bagan Jawa bukan sekadar wilayah yang ingin dipimpin. Bagan Jawa adalah kampung halaman. Tempat masyarakat menggantungkan harapan, membesarkan keluarga, mencari kehidupan, dan menaruh masa depan anak-anak mereka.
Karena itu, menjaga marwah desa berarti menjaga harga diri dan masa depan bersama.
Dengan semangat nomor urut 5, Aal membawa harapan agar masyarakat Bagan Jawa dapat kembali bersatu, saling menguatkan, dan bersama-sama menggali potensi yang ada demi kehidupan yang lebih baik.
Sektor pertanian, peternakan, BUMKep, ekonomi mikro hingga pemberdayaan masyarakat diyakininya dapat menjadi jalan untuk membuka peluang baru bagi warga.
Namun di atas semua itu, Aal percaya bahwa kekuatan terbesar sebuah desa bukan hanya terletak pada pemimpinnya.
"Desa akan kuat ketika masyarakatnya bersatu. Desa akan maju ketika warganya mau bergerak bersama. Dan Bagan Jawa akan kembali bermarwah ketika seluruh masyarakat memiliki harapan yang sama untuk membangun kampung halaman mereka," tuturnya.
Kini, dengan nomor urut 5, Al Hazanul Husna menitipkan harapan besar kepada masyarakat Bagan Jawa.
"Harapan untuk bangkit, harapan untuk bersatu, dan harapan untuk menghadirkan Bagan Jawa yang lebih maju, sejahtera, aman, tenteram, serta kembali memiliki marwah yang membanggakan," demikian Al Hazanul Husna. (CR**)