Logo cintariau.com

Riki Dermawan Masuk Bursa Calon Penghulu Raja Bejamu, Harapannya Bikin Warga Penasaran!

Riki Dermawan Masuk Bursa Calon Penghulu Raja Bejamu, Harapannya Bikin Warga Penasaran!
Calon Penghulu Raja Bejamu, Riki Dermawan.

ROKAN HILIR (CR) - Setelah ditetapkan sebagai calon Penghulu Raja Bejamu, Riki Dermawan menyampaikan harapannya untuk kampung halaman yang menjadi tempat dirinya lahir, tumbuh dan dibesarkan.

Bagi Riki, pencalonan tersebut bukan semata-mata tentang memenangkan sebuah kontestasi. Ia mengatakan keinginannya maju sebagai calon penghulu berangkat dari cita-cita sederhana untuk ikut membangun Kepenghuluan Raja Bejamu menjadi lebih baik.

“Cita-cita saya sederhana, bagaimana Raja Bejamu ke depan bisa menjadi lebih baik. Ini kampung halaman saya, tempat saya lahir dan tumbuh. Di sinilah rumah orang tua saya, tanah atuk dan nenek saya,” kata Riki.

Menurut dia, pembangunan kampung tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Pemerintah kepenghuluan harus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam proses pembangunan.

Ia ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima hasil pembangunan, tetapi juga ikut menentukan arah pembangunan sesuai kebutuhan di lingkungan masing-masing.

“Kalau saya diberi amanah, saya ingin masyarakat didengar dan dilibatkan. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian dalam menentukan program pembangunan,” ujarnya.

Riki juga menyinggung kondisi anggaran yang menjadi salah satu tantangan dalam menjalankan pemerintahan kepenghuluan.

Menurut dia, keterbatasan anggaran tidak seharusnya membuat seorang penghulu hanya berdiam diri. Dengan anggaran yang tersedia, pemerintah kepenghuluan harus mampu mengatur prioritas dan mencari peluang dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak lainnya.

“Kalau ADD kecil, bukan berarti Datuk Penghulu harus pasrah. Harus jemput bola ke kabupaten. Kita harus berusaha mencari peluang dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, relasi yang dimiliki harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan kampung, bukan untuk kepentingan pribadi.

Riki juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan pembangunan yang sudah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

Menurut dia, jika program atau kepemimpinan sebelumnya sudah baik, maka tugas pemimpin berikutnya bukan menghapusnya, tetapi melanjutkan dan berusaha memberikan hasil yang lebih baik.

“Kalau penghulu sebelumnya sudah bagus, tentu kita harus berusaha menjadi lebih baik. Kalau masyarakat memberikan nilai delapan, tentu kita berusaha mendapatkan nilai yang lebih tinggi. Tapi semuanya kembali kepada kemampuan dan kerja bersama,” ujarnya.

Riki berharap proses pemilihan Penghulu Raja Bejamu dapat berlangsung secara sehat dan menjadi bagian dari proses demokrasi di tingkat kampung.

Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan hal yang biasa dalam sebuah kontestasi. Namun, setelah proses pemilihan selesai, seluruh pihak tetap harus kembali bersatu sebagai masyarakat Raja Bejamu.

“Berbeda pilihan itu biasa. Yang penting kita tetap menjaga hubungan baik dan bersama-sama membangun Raja Bejamu,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan pemilihan penghulu sebagai momentum memilih pemimpin yang dinilai mampu bekerja dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Bagi Riki, jabatan penghulu bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Pada akhirnya bukan soal siapa yang menang atau kalah. Yang paling penting adalah bagaimana Raja Bejamu ke depan bisa lebih baik dan masyarakatnya bisa merasakan manfaat dari pembangunan,” demikian Riki Dermawan. (CR**)

Berita Pilihan

Index

Berita Lainnya

Index