ROKAN HILIR (CR) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengerahkan sekitar 400 petugas gabungan untuk menangani genangan banjir di sejumlah titik di Bagansiapiapi dan sekitarnya melalui pembersihan drainase dan gorong-gorong, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Rohil.
Kepala DLH Rohil Suwandi, S.Sos., mengatakan penanganan dilakukan menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir dan menyebabkan genangan di sejumlah lokasi.
"Sejak pagi kami membersihkan aliran Sungai Suhub hingga Kampung Pasir. Karena aliran air dari wilayah ini umumnya menuju Sungai Suhub, pembersihan dilakukan untuk memperlancar aliran air," katanya.
Ia mengatakan penanganan dilanjutkan pada sore hari bersama BPBD dan Damkar dengan membersihkan drainase di sepanjang jalan kecamatan. Upaya tersebut dilakukan untuk memperlancar aliran air menuju Sungai Pabrik hingga ke laut.
Menurut Suwandi, penanganan juga dilakukan di sejumlah titik lain, termasuk wilayah Bagan Timur dan Jalan Pelabuhan Baru. Petugas di masing-masing wilayah telah diarahkan untuk membersihkan saluran air guna mengurangi genangan.
Dalam kegiatan tersebut, DLH mengerahkan sekitar 300 petugas parit, sedangkan 80 personel satuan tugas penanggulangan banjir turut membantu penanganan genangan di Bagansiapiapi.
Suwandi mengatakan penanganan banjir memerlukan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah serta partisipasi masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan saluran air.
"Kami mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui RT dan RW agar pembersihan parit dapat dilakukan bersama-sama," kata Suwandi.
Sementara itu, Kepala BPBD Rohil H. Syafnurizal mengatakan instansinya bersama DLH, PUPR, dan Damkar melakukan penanganan di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Terminal Sikapur Sirih dan jalan di dekat musholla.
Ia menjelaskan DLH bersama personel BPBD melakukan pembersihan drainase dan gorong-gorong, sedangkan PUPR mengerahkan alat berat untuk melakukan pengerukan saluran menuju laut.
Menurut Syafnurizal, langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mengurangi risiko kecelakaan akibat genangan di jalan.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke parit dan drainase karena dapat menghambat aliran air serta memperparah genangan.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan mengingat Rohil masih berstatus kejadian luar biasa (KLB) malaria.
Pemerintah daerah berharap penanganan terpadu tersebut dapat mempercepat surutnya genangan di sejumlah wilayah Bagansiapiapi serta meminimalkan dampak banjir saat curah hujan tinggi. (CR**)
