Logo cintariau.com

Dari Staf hingga Terpilih Jadi Penghulu, Begini Perjalanan Al Hazanul Husna

Dari Staf hingga Terpilih Jadi Penghulu, Begini Perjalanan Al Hazanul Husna
Al Hazanul Husna

ROKAN HILIR (CR) - Perjalanan Al Hazanul Husna hingga terpilih sebagai Penghulu Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, memiliki cerita tersendiri.

Sebelum dipercaya masyarakat melalui Pemilihan Penghulu (Pilpeng) Serentak Tahap I Tahun 2026, pria yang akrab disapa Aal itu telah lebih dahulu melewati perjalanan panjang di lingkungan pemerintahan kepenghuluan.

Pengabdiannya di Bagan Jawa dimulai pada 2008, ketika ia menjadi staf Kantor Kepenghuluan Bagan Jawa hingga 2010.

Pengalaman tersebut kemudian berlanjut dengan amanah sebagai Sekretaris Kepenghuluan Bagan Jawa selama periode 2011-2020.

Rentang waktu tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Berada di lingkungan pemerintahan kepenghuluan membuatnya berkesempatan mengenal lebih dekat tata kelola administrasi, pelayanan masyarakat, serta berbagai dinamika yang berkembang di tengah kehidupan warga.

Pengalaman itu pula yang menjadi salah satu bekal ketika Aal memutuskan mengambil bagian dalam kontestasi Pilpeng Bagan Jawa 2026.

Membawa Gagasan untuk Kemajuan Bagan Jawa

Dalam pencalonannya, Aal hadir dengan membawa sejumlah gagasan mengenai arah pembangunan Kepenghuluan Bagan Jawa ke depan. Ia menginginkan Bagan Jawa tumbuh menjadi kepenghuluan yang lebih maju, sejahtera, aman, kompak, dan bermarwah.

Gagasan pembangunan yang disampaikannya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.

Beberapa di antaranya meliputi pengembangan sektor pertanian dan peternakan, penguatan Badan Usaha Milik Kepenghuluan (BUMKep), pemberdayaan usaha mikro, serta peningkatan peran perempuan melalui kegiatan PKK Kepenghuluan.

Ia berpandangan bahwa pembangunan kepenghuluan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan dan semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemajuan Bagan Jawa.

Perjalanan Menuju Kepercayaan Masyarakat

Dalam tahapan Pilpeng 2026, Aal ditetapkan sebagai calon Penghulu Bagan Jawa nomor urut 5. Ia bersama empat kandidat lainnya kemudian mengikuti seluruh rangkaian tahapan pemilihan.

Suasana demokrasi di tengah masyarakat semakin terasa menjelang hari pemungutan suara. Masing-masing calon menyampaikan gagasan dan harapan untuk masa depan Bagan Jawa.

Di tengah dinamika tersebut, seluruh calon juga mengikuti deklarasi damai sebagai komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan selama proses pemilihan berlangsung.

Hingga akhirnya, Selasa 27 Oktober 2026, masyarakat Bagan Jawa menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin yang akan menerima amanah pemerintahan kepenghuluan berikutnya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, Aal berhasil memperoleh 1.543 suara, mengungguli empat kandidat lainnya. Maflizar meraih 1.423 suara, Irwanto 649 suara, Eko Wahyudi 131 suara, dan Harsono 127 suara.

Hasil tersebut kemudian ditetapkan melalui rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pada Rabu (28/10/2026), yang menetapkan Al Hazanul Husna sebagai peraih suara terbanyak dalam Pilpeng Bagan Jawa 2026.

Kemenangan yang Membawa Tanggung Jawab

Terpilihnya Aal menandai dimulainya tanggung jawab baru dalam memimpin pemerintahan kepenghuluan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan setelah penetapan hasil, Aal menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh warga untuk kembali mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan setelah melewati perbedaan pilihan.

Menurut Aal, proses demokrasi telah memberikan hasil, tetapi hubungan kekeluargaan dan persatuan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.

"Bagan Jawa ini milik kita bersama. Mari kita jaga kekompakan dan silaturahmi agar tetap terpelihara ke depannya," ujarnya.

Menatap Babak Baru Kepemimpinan

Perjalanan Al Hazanul Husna kini memasuki fase penting. Setelah menjalani pengalaman di lingkungan pemerintahan kepenghuluan, ia memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Kepenghuluan Bagan Jawa.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal dalam menjalankan tugas ke depan. Namun, kepemimpinan baru juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pengelolaan anggaran yang transparan dan pembangunan yang merata.

Dalam menjalankan pemerintahan, keterbukaan, responsivitas, serta kemampuan mengakomodasi aspirasi masyarakat menjadi bagian penting untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

Perjalanan dari staf kepenghuluan hingga terpilih sebagai penghulu menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Al Hazanul Husna di lingkungan pemerintahan setempat.

Ke depan, kepercayaan yang diberikan masyarakat akan menjadi amanah yang perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Melalui kerja sama dengan perangkat kepenghuluan dan partisipasi masyarakat, kepemimpinan baru diharapkan dapat mendorong pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Bagan Jawa.

Setelah ditetapkan sebagai penghulu terpilih, Al Hazanul Husna kini tinggal menunggu jadwal pelantikan untuk secara resmi memulai tugas dan tanggung jawabnya sebagai Penghulu Bagan Jawa. Pelantikan tersebut akan menjadi tahapan berikutnya dalam perjalanan pengabdiannya kepada masyarakat. (CR**) 

Berita Pilihan

Index

Berita Lainnya

Index