Jepang Butuh PMI, RI Siapkan 3.000 Pekerja Terampil Khusus Ke Miyazaki

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:31:00 WIB
Foto: ANTARA

JAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyepakati rencana kerja sama penguatan dan penempatan pekerja migran Indonesia dengan keterampilan khusus (Special Skilled Workers/SSW) ke Prefektur Miyazaki, Jepang.

"Kami tadi baru saja menandatangani semacam rencana diskusi ke depan dalam rangka kita mempersiapkan Memorandum of Understanding (MOU)," kata Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, di Kementerian P2MI, Jakarta, Selasa.

Pernyataan itu dia sampaikan setelah melakukan pertemuan dengan delegasi dari Prefektur Miyazaki, Jepang, yang dipimpin oleh Gubernur Pemerintah Prefektur Miyazaki Kohno Shunji, di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa.

Dalam pertemuan itu, Menteri Mukhtarudin bersama Gubernur Prefektur Miyazaki menandatangani rencana dan langkah-langkah ke depan untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait kebutuhan SSW ke Prefektur Miyazaki.

Miyazaki merupakan prefektur keempat yang delegasinya melakukan kunjungan ke Kementerian P2MI dalam rangka memperluas kerja sama penempatan PMI.

Pekerja migran Indonesia di Prefektur Miyazaki Jepang saat ini berjumlah sekitar 2.999 orang. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan dengan negara-negara pengirim lain dari ASEAN, seperti Vietnam, Singapura, Bangladesh, Filipina, dan lain-lain.

Para PMI tersebut umumya bekerja di sektor manufaktur, konstruksi, perikanan, perkebunan, peternakan, caregiver, dan hospitality.

Dengan menurunnya jumlah penduduk usia produktif di Jepang saat ini, negara Matahari Terbit itu membutuhkan banyak sekali pekerja migran dari negara lain untuk bekerja di berbagai sektor di Jepang, termasuk di Prefektur Miyazaki.

Mukhtarudin menilai hal itu sebagai peluang bagi Indonesia untuk segera mempersiapkan sumber daya manusia yang terampil yang ingin bekerja di luar negeri, terutama di Jepang.

Melalui kesepakatan itu, KP2MI berencana mengirimkan sekitar 3.000 SSW untuk ditempatkan di Prefektur Moyazaki untuk bekerja di berbagai sektor, termasuk manufaktur, hospitality, perikanan, perkebunan, peternakan, caregiver, dan lain-lain.

Sementara itu, Gubernur Pemerintah Prefektur Miyazaki Kohno Shunji menambahkan bahwa dirinya merasa senang atas kesempatannya berdiskusi dengan KP2MI.

Dia mengakui bahwa Prefektur Miyazaki tengah mengalami depopulasi, sehingga membutuhkan banyak sekali pekerja migran terampil untuk bekerja di berbagai bidang di prefektur tersebut.

Melalui rencana kerja sama tersebut, dia berharap akan ada lebih banyak lagi SSW dari Indonesia yang bekerja di prefektur tersebut.

"Pemerintah daerah Prefektur Miyazaki tentunya sangat berharap agar ada semakin banyak orang Indonesia yang bekerja di prefektur kami dan juga akan ada banyak perusahaan dari prefektur kami yang mau merekrut orang Indonesia," demikian katanya. (ANTARA)

Terkini