KOTA PADANG - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lebih dari delapan miliar porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dibagikan kepada penerima manfaat sejak program itu mulai Januari 2025.
"Sampai hari ini yang sudah mendapat MBG selama program berlangsung kira-kira di atas delapan miliar piring," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa.
Setidaknya terdapat sekitar 60 juta porsi lebih MBG yang dibagikan setiap harinya kepada siswa-siswi. Mulai dari PAUD hingga tingkat SMA atau SMK serta ibu hamil dan menyusui. Terkait pemenuhan kebutuhan MGB tersebut, lanjut dia, saat ini dikelola oleh 27.649 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi.
Dari total SPPG yang operasional tersebut, sebanyak 56,72 persen diantaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yakni dokumen resmi yang menunjukkan usaha tersebut memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang ditetapkan pemerintah.
Jumlah tersebut setara dengan 84,80 persen dari 18.493 SPPG yang mengajukan pengurusan SLHS. Lebih jauh seluruh SPPG yang beroperasional saat ini ditargetkan memiliki SLHS tanpa terkecuali.
Dalam catatan Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah telah berhasil mendirikan 27.000 lebih SPPG di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun empat bulan sebagai upaya menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Artinya, saat ini BGN memiliki 27.000 kepala SPPG, 27.000 ahli gizi, 27.000 akuntan, dan 1,1 juta relawan yang siap menyukseskan salah satu AstaCita Presiden Prabowo Subianto itu.
Khusus di Sumbar BGN mencatat terdapat ada 404 SPPG, dimana 70 diantaranya berada di Kota Padang. Dengan jumlah itu, setidaknya terdapat Rp400 miliar uang yang berputar di Ranah Minang untuk memenuhi kebutuhan makan bergizi gratis. (ANTARA)
