ROKAN HILIR (CR) - Setiap langkah pembangunan harus berangkat dari musyawarah, karena suara masyarakat adalah bagian penting dalam menentukan arah masa depan kepenghuluan.
Dengan membuka ruang untuk mendengar, menyerap aspirasi, dan menyatukan berbagai pandangan, setiap keputusan diharapkan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan berpijak pada kepentingan bersama.
Komitmen tersebut ditegaskan Irwanto, Calon Penghulu Bagan Jawa Nomor Urut 3, dalam menyampaikan gagasan tentang arah pembangunan dan masa depan Kepenghuluan Bagan Jawa.
Irwanto menyampaikan, apabila nantinya mendapat amanah dari masyarakat, dirinya akan menjadikan musyawarah sebagai dasar utama dalam mengambil setiap keputusan pemerintahan.
Menurutnya, seorang penghulu tidak mungkin mampu membangun Bagan Jawa seorang diri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar arah pembangunan tidak berjalan sepihak, melainkan menjadi hasil pemikiran dan kesepakatan bersama.
"Poin pertama adalah menyatukan persepsi. Dalam menjalankan roda pemerintahan di Kepenghuluan Bagan Jawa, apabila nanti terpilih, kami akan mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan," ujar Iwan, begitu Ia disapa.
Iwan pun menegaskan, tidak boleh ada ruang bagi aspirasi masyarakat untuk diabaikan. Ia berkomitmen membuka partisipasi seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat dalam membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan di Kepenghuluan Bagan Jawa.
Tokoh agama, tokoh adat, pemuda, masyarakat hingga kaum perempuan akan dilibatkan secara aktif untuk menyampaikan pandangan, memberikan masukan, serta bersama-sama mencari solusi terbaik bagi kepentingan Bagan Jawa.
"Semua elemen masyarakat harus memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi. Kita duduk bersama, kita musyawarahkan, dan kita cari solusi bersama,” tegasnya.
Oleh karena itu, musyawarah menjadi titik awal untuk membangun Bagan Jawa yang benar-benar berpijak pada kepentingan masyarakat. Bukan keputusan yang lahir dari satu arah, melainkan gagasan yang tumbuh dari mendengar, berdiskusi, dan menyatukan berbagai kepentingan warga.
"Setiap suara memiliki arti. Setiap aspirasi menjadi bahan pertimbangan. Dan setiap keputusan harus memiliki tujuan yang jelas, menghadirkan perubahan yang nyata dan manfaat yang dirasakan masyarakat," kata Iwan.
Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah pemerintahan bukan hanya terlihat dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari seberapa besar masyarakat merasa didengar, dilibatkan, dan menjadi bagian dari pembangunan desanya sendiri.
Dengan mengedepankan musyawarah dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, Iwan berharap Bagan Jawa ke depan semakin harmonis, maju, dan sejahtera.
"Musyawarah menyatukan suara, kebersamaan menguatkan langkah, dan kepentingan masyarakat menjadi tujuan utama," pungkasnya. (CR**)
