ROKAN HILIR (CR) - Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Korwil Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Musmulyadi, SH menyayangkan langkah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Rohil yang menggelar kegiatan Sosialisasi Penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di hotel.
Menurutnya, pelaksanaan acara di hotel tersebut dinilai kontradiktif dengan semangat efisiensi anggaran yang saat ini tengah digalakkan oleh Pemkab Rohil. Ia mempertanyakan mengapa instansi terkait tidak memanfaatkan fasilitas dan aset gedung milik pemerintah daerah yang tersedia.
"Di tengah kondisi pemerintah daerah yang sedang melakukan efisiensi anggaran, sangat disayangkan BKPSDM Rohil malah membuat kegiatan di hotel. Kenapa tidak menggunakan fasilitas yang ada di Pemda?," ujar Musmulyadi di Bagansiapiapi, Kamis (25/6/2026).
Ia menambahkan bahwa Pemkab Rohil memiliki sejumlah fasilitas gedung, aula, atau ruang pertemuan yang representatif dan memadai untuk menggelar acara sosialisasi internal.
Penggunaan aset daerah dinilai jauh lebih bijak karena dapat menekan biaya sewa tempat dan akomodasi, sehingga anggaran yang ada bisa dialokasikan untuk program lain yang lebih menyentuh kepentingan masyarakat luas.
FPII Rohil menegaskan bahwa pihak mereka tidak mempermasalahkan substansi materi sosialisasi Manajemen Talenta ASN yang memang penting untuk pembinaan aparatur. Namun, metode pelaksanaan yang memilih hotel sebagai tempat acara di masa-masa pengetatan anggaran dinilai kurang peka terhadap situasi keuangan daerah.
Melalui momentum ini, FPII Rohil meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Rohil, khususnya BKPSDM, untuk lebih selektif dan transparan dalam menggunakan anggaran negara.
Kontrol sosial ini diharapkan dapat mendorong tata kelola keuangan daerah yang lebih akuntabel, efisien, dan tepat sasaran. (CR**)
