Rokan Hilir, Cinta Riau (CR) - Pdt. Juruan Sinaga, M.Th., MACM, Ketua Umum ( Senior Pastor ) dan salah satu pendiri GEREJA SATU TUHAN INTERNASIONAL ( GSTI ) menuturkan bahwa saatnya gereja memformat ulang sepak-terjangnya dari pelayanan yang membangun diri-sendiri menjadi gereja yang membangun dunia dan seluruh umat manusia.
"Gereja GSTI telah memutuskan sejak awal bahwa seharusnya yang jadi orientasi dari pergerakan gereja adalah mengalokasikan daya, energi dan dana bagi kemajuan orang, yaitu jemaat, bukan membangun kuburan besar yaitu gedung-gedung berisi manusia mati, dalam pengertian, menjadi warga gereja yang tidak bertobat dan tidak hidup bagi Kristus," tutur Pdt. Juruan Sinaga dengan yakin.
Menurut Pdt. Juruan Sinaga, selama ini gereja dibuat terkesan hanya untuk menghidupi keluarga para pejabat gereja, sementara jemaat diwajibkan memundak beban besar, jemaat samasekali tidak pernah merasakan sentuhan kasih yang aktual dari sistem gereja, yang dikondisikan oleh para pejabat tanpa mendengar Suara Roh Kudus dan fakta gereja yang ada di Alkitab.
Sejauh ini yang dapat diketahui oleh media ini, hanya GSTI yang mencanangkan 50% dari penerimaan keuangan dikembalikan lagi bagi kepentingan jemaat, dengan prioritas kebutuhan dana bagi jemaat yang berduka, terkena musibah, lansia lemah ekonomi, sakit dan seterusnya.
Selanjutnya para pelayan Tuhan di GSTI kembali akan membahas bagaimana gereja membagi daya, energi dan dana untuk berbagi kasih kepada masyarakat umum berupa membantu usaha, pekerjaan, pelatihan keahlian secara gratis, santunan kepada lansia dan berkebutuhan khusus, sakit permanen, dan lain lain, tanpa sama-sekali mengharapkan mereka menjadi anggota jemaat GSTI.
Pdt. Juruan Sinaga menuturkan, bahwa Raker Se-Dunia , GSTI Sebagai Persekutuan Oikumena dan sebagai Sinode seizin Tuhan direncanakan bersidang pada Tanggal 7 -17 July 2027 di Samosir Sumatera Utara.
