JAKARTA, Cintariau (CR) - Pdt. Juruan Sinaga, selaku Ketua Umum GEREJA SATU TUHAN INTERNASIONAL (GSTI) mengaku prihatin dan sedih menyaksikan hiruk pikuk dan intensitas kericuhan dalam berbagai peristiwa terkait hubungan antar warga negara di berbagai tempat di Indonesia.
Dirinya, bahkan menduga, adanya unsur pembiaran oleh pejabat-pejabat negara dan para tokoh-tokoh yang dianggab dan dicitrakan sebagai tokoh nasional masih meliuk-liuk menipu elemen-elemen warga yang polos nalar, demi membangun kesohoran popularitas pribadinya.
Akibatnya, kelompok masyarakat tertentu menjadi laskar pendukung kemunafikan mereka dan menikam perasaan warga yang tertib dan menyerang hak azasi warga lainnya.
Foto: Pdt Juruan Sinaga (kiri). (ft:ist).
Menurut dia, Pemerintah masih buta memahami, bahwa semua keadaan yang konyol itu akan mempengaruhi pergulatan negara baik dalam negeri maupun Internasional dalam usaha menumbuhkan kesejateraan dan kedamaian.
Dipaparkan, negara-negara yang lebih belakangan merdeka dari Indonesia, seperti Korea Selatan, Malaysia, Singapore dan beberapa negara lainnya, sudah selesai dengan urusan kerukunan, tetapi Indonesia masih sibuk tidak kunjung rukun , tidak kunjung bersatu , tidak kunjung damai, terbukti negara ini masih sangat bangga dengan adanya lembaga yang terkesan elit bernama FKUB.
Padahal, katanya, menambahkan, adanya lembaga itu hanyalah bukti, bahwa kerukunan umat beragama harus diantisipasi seperti menjaga terbakarnya rumah beratap lalang yang dikelilingi tempat-tempat pembakaran sampah. "Menyedihkan," kata pendeta yang mengecap pendidikan di Singapore ini.
